Selain berguna untuk dijadikan
sayuran “Kelor” dipercaya oleh masyarakat NTB, khususnya kota Bima sebagai
ajimat pengusir “Setan”. Kelor yang lazimnya dijadikan bahan lauk pauk
(sayuran) ternyata memiliki kekuatan mistis yang dipercaya oleh masyarakat Bima
untuk mengusir roh halus ketika seseorang mengalami kerasukan. Namun, ada
pengecualian di sini, kelor yang digunakan untuk pengusiran roh halus bukanlah
kelor yang berwarna hijau keputihan (baik batang maupun rantingnya), melainkan
kelor yang berwarna ungu keputihan (baik batang maupun rantingnya). Bagaimanakah
dengan masyarakat lain? Apakah selain masyarakat Bima mempercayai hal tersebut.
Semoga bermanfaat.

Terus daun kelor yg dipakai untuk mengusir hantu itu, bisa dimakan?
BalasHapusBisa, dan malah lebih banyak khasiatnya dibandingkan dengan kelor biasa.
HapusKembangkan.👍
BalasHapusWah sangat bermanfaat
BalasHapuswah unik
BalasHapusSangat menarik, karena jarang ada yg mengangkat tema "kelor" untuk di posting ke artikel...kembangkan.
BalasHapusSeperti yang telah disinggung dalam postingan di atas, daun kelor ini memiliki efek kekuatan mistis dan lainnya. Namun, apa bila dilihat dari segi dampak yg disebabkan, apabila kita mengkonsumsinya bagaimana? Apakah akan ada sebab akibatnya antara kegiatan mengonsumsinya dengan sifatnya yg memiliki kekuatan mistis?
BalasHapusUnik dan bermanfaat, semoga di daerah lain bisa menerapkannya juga.
BalasHapusTerima kasih informasinya, sangat bermanfaat.
BalasHapusWahhh informasinya sangat menarik.
BalasHapusKembangkan
Sip teman-teman. Silahkan mencoba saja. Hehe
BalasHapussebagian orang. tidak semua. lebih bagus lagi kalau seluruh masyarakat Bima tak menganggap daun itu mistis. anggap saja sesuatu yang halal dan baik untuk dimakan :D
BalasHapusSip ukhti
HapusPostingannya bermanfaat
BalasHapuskenapa daun kelor itu bisa dijdkan sebagai pengusir setan?
BalasHapusEntah, itu kepercayaan orang terdahulu, dan kinipun masih digunakan atau dipercayai.
HapusBagus bagus
BalasHapus