Jumat, 29 Desember 2017

PIAGAM GUMI SASAK : AMANAH RAKYAT SASAK TERDAHULU UNTUK GENERASI PENERUSNYA

           Gumi Sasak adalah tempat kehidupan orang-orang Sasak, di mana harapan dan tujuan hidup bergantung di sana. serangkaian kehidupan berlangsung di tanah tersebut, dan generasi ke generasi melahirkan bagian-bagian penting yang harus diketahui oleh generasi penerusnya (muda). tanah di sana begitu subur, air terus-menerus mengalir dari Gunung Rinjani.
         Sebagian besar penduduk Gumi Sasak adalah pemeluk agama Islam, dan sisanya adalah pemeluk agama Hindu, Budha, dan sebagian kecil adalah umat Kristiani. Kehidupan antar agama di sana terjalin begitu damai, walaupun beda keyakinan, mereka tetap saling menghargai satu sama lain. Kegairahan umat Islam dalam menjalankan kehidupan agama terlihat dari antusiasnya membangun beberapa banyaknya tempat peribadatan. Sehingga hampir di setiap bagian tanah Lombok terdapat mesjid. Dari sanalah lahir julukan Lombok sebagai Pulau Seribu Mesjid.
              Agama Islam berkembang cepat di Gumi Sasak, karena menggunakan pendekatan tasawuf dalam pengajaran serta penyebarannya. Ajaran Islam tasawuf menjadi ajaran yang banyak diminati oleh penduduk Gumi Sasak. Sehingga mulai banyak yang belajar tentang ilmu tasawuf. Mengapa ilmu tasawuf banyak diminati? Karena, dalam pengajarannya ilmu tasawuf mengajarkan dimensi mendalam dalam konsep ketuhanan dan ilmu agama. Ajaran tasawuf ini pulalah kemudian menjadi acuan umum dalam membentuk sikap dan perilaku (tindakan) masyarakat Sasak.



PIAGAM GUMI SASAK
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

Menjadi bangsa Sasak adalah amanah yang harus dipertanggung-jawabkan kepada Allah SWT dan generasi mendatang. Menunaikan amanah Sasak itu sejatinya merupakan matarantai sejarah kemanusiaan, melalui simbol-simbol yang diletakkan dalam pemikiran bangsa Sasak yang terhampar di Gumi Paer. Simbol-simbol itu merupakan tanda-tanda yang terbaca yang membawa kembali menuju jatidirinya yang sebenarnya.
Perjalanan sejarah bangsa Sasak yang diwarnai oleh hikmah yang tertuang dalam berbagai bencana yang menenggelamkan, mengaburkan, dan menistakan keluhuran budaya Sasak. Berbagai catatan penekanan, pendangkalan makna, pengaburan jatidiri, sampai pembohongan sejarah dengan berbagai kepentingan para penguasa yang masih berlangsung hingga saat ini, melalui pencitraan budaya dan sejarah Bangsa yang ditulis dengan perspektif dan kepentingan kolonialisme dan imperialisme modern. Hal itu telah membuat bangsa ini menjadi Bangsa inferior yang tak mampu tegak di antara bangsa-bangsa lain dalam rangka menegakkan amanat kefitrahannya sebagai sebuah bangsa.
Sadar akan hal tersebut, kami anak-anak bangsa Sasak mengumumkan PIAGAM GUMI SASAK sebagai berikut:
Pertama:
Berjuang bersama menggali dan menegakkan jatidiri bangsa Sasak demi kedaulatan dan kehormatan budaya Sasak.
Kedua:
Berjuang bersama memelihara, menjaga, dan mengembangkan khazanah intelektual bangsa Sasak agar terpelihara kemurnian kebenaran, kepatutan, dan keindahannya sesuai dengan roh budaya Sasak.
Ketiga:
Berjuang bersama menegakkan harkat dan martabat bangsa Sasak melalui karya-karya kebudayaan yang membawa bangsa Sasak menjadi bangsa yang maju dengan menjunjung tinggi nilai religiusitas dan tradisionalitas.
Keempat:
Berjuang bersama membangun citra sejati bangsa Sasak baru dengan kejatidirian yang kuat untuk menghadapi tantangan peradaban masa depan.
Kelima:
Berjuang bersama dalam satu tatanan masyarakat adat yang egaliter, bersatu, dan berwibawa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

sumber: bapak Lalu Ari Irawan, SE., S.Pd. M.Pd. (Direktur Rowot Nusantara Lombok)

Penandatangan dalam Piagam Gumi Sasak:
1. Drs. Lalu Azhar
2. Drs. H. Lalu Mujtahid
3. Drs. Lalu Bayu Windia, M.Si.
4. TGH. Ahyar Abduh
5. Drs. H. Husni Mu'adz, M.A. Ph.D.
6. Dr. Muhammad Fadjri, M.A.
7. Dr. H. Jamaludin, M.Ag.
8. Dr. H. A. Muhit Ellepaki, M.Sc.
9. Dr. Lalu Abd. Khalik, M.Hum.
10. Dr. H. Sudirman, M.Pd.
11. Dr. HL. Agus Fathurrahman
12. Mundzirin, S.H.
13. Lalu Ari Irawan, SE., S.Pd. M.Pd.





 
                

39 komentar:

  1. Informasinya sngat bermanfaat. Terimakasi postingannya...

    BalasHapus
  2. Isi Piagam Gumi Sasak mana bang?

    BalasHapus
  3. hebat postingannya, inspiratif banget…

    BalasHapus
  4. Alhamdulillah, nambah wawasan lagi. Terimakasih

    BalasHapus
  5. Lebih rincinya saya kurang tahu, tapi tasawuf itu sub bagian dari ajaran Islam.

    BalasHapus
  6. Terimakasih, postingan yg bermanfaat

    BalasHapus
  7. Terimakasih informasinya sangat bermanfaat

    BalasHapus
  8. Bangga jadi anak sasak, anak bima kapan nyusul???

    BalasHapus
  9. Setiap daerah punya keunikan tersendiri. Sekarang bagaimana kita generasi muda kelestariannya saja.

    BalasHapus
  10. Sangat bermanfaat dan menambah wawasan.

    BalasHapus
  11. Setiap daerah memiliki keunikan tersendiri keunikan tersebutlah yang menyatukab kita thanks informasinya👍👍

    BalasHapus
  12. Trimkasih min ! Selalu semangat dalam melestarikan budaya ya. Saya rasa salah satu cara melestarikannya yaitu dgn menyebarkan postingan yg bermanfaat seperti ini.

    BalasHapus
  13. Ini bukti kecintaan budaya yang liar biasa.Mantap

    BalasHapus
  14. Mari mempertahankan jatidiri Suku Sasak

    BalasHapus
  15. Terimakasih infonya. Dan sangat bermanfaat.

    BalasHapus
  16. Terimakasih infonya. Dan sangat bermanfaat.

    BalasHapus
  17. bagaimana perkembangan Islam di Gumi Sasak pada era modern sekarang?

    BalasHapus
  18. Alhamdulillah, perkembangannya bagus. Masyarakat Sasak masih percaya serta melaksanakan adat istiadatnya.

    BalasHapus
  19. Semoga tradisi sasak tetap terjaga,dan semakin jaya

    BalasHapus
  20. Bagus sekali, menambah wawasan

    BalasHapus